Institut IMSYA Indonesia menegaskan kiprah akademiknya pada The 3rd International Conference on Economics and Social Sciences (ICESS) 2025 di UIN Sultan Syarif Kasim Riau (11–12 November 2025), dengan puncak partisipasi hari kedua yang memuat registrasi, pembukaan parallel sessions, dua sesi paralel, coffee break, serta pengumuman Best Paper & Best Presenter hingga penutupan (WIB/GMT+7); peran dosen–mahasiswa tampil menyeluruh: dari Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), tim mahasiswa Uswatun Hasanah, Dinda Talitha, Abdur Rahman, dan Fauzan Subhana membawakan “Literature Review on the Integration of Artificial Intelligence and Digital Literacy in Strategic Management of Islamic Education for Sustainable Learning” di bawah bimbingan Kardina Engelina Siregar dan Iwan Siswanto; dosen IMSYA juga bertugas sebagai reviewer melalui Delima Afriyanti dan Ahda Segati; kontribusi lintas prodi mencakup Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (Dhea Fairuz Hasna, Aulia Ismi Azizah, Mochammad Novendri S; pendampingan Dewi Sartika dan Syafii) dengan “Macroeconomic Policy Revitalization: Analysis of the Interpretation of the Verse About Baitul Mal,” Prodi Pendidikan Bahasa Arab (Chairunnisa, Hannisa Ullifa, Puti Syahidah; pendampingan Resy Mulyani dan Siti Nurdinah) dengan “The Morphological and Semantic Meaning of the Phrase Ad‘āfan Muḍā‘afah (QS. Ali ‘Imran: 130) from the Perspective of Arabic Language and Sharia Economics,” Prodi Hukum Ekonomi Syariah (Elmi Jannah, Herdifa Pratama) dengan “The Phenomenon of Muslim Instagram Celebrities and Influencers in the Halal Skincare Business: A Review of Sharia Entrepreneurship Through the Maslahah Mursalah Approach,” Prodi Hukum Keluarga Islam (Annisaul Aqilah Ayudata, January Jasmine, Nadhiroh Mudi’ah, Firda Sarina Siregar, Ashimah Hanin, Alya Putri Devani, Aisyah Rihhadatul Aisy, Adi Harmanto) dengan “Penguatan Ketahanan Keluarga Muslim: Integrasi Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga Islam dalam Mewujudkan Keluarga Tangguh Muslim,” Prodi Ekonomi Syariah (Mahasiswa) (Ditha Najla Elzaphira, Nurlaili Janati, Febri Kusuma) dengan “Opportunities and Challenges of Implementing Sharia Green Fintech in Optimizing Hydroponic Agricultural Productivity,” serta Prodi Ekonomi Syariah (Dosen) (Harmon Amir, Delima Afriyanti, Landes Yuanda, Ahda Segati, Surya Tegar Widjiantoro) dengan “Optimization of Islamic Social Finance in Supporting the Achievement of SDGs: An Empirical Study in Pekanbaru”; keseluruhan partisipasi ini menegaskan IMSYA sebagai ekosistem riset yang kolaboratif, dengan dosen berperan sebagai pembimbing, peneliti, dan reviewer serta mahasiswa sebagai penulis dan pemakalah lintas disiplin.