IAI IMSYA INDONESIA










Buka Puasa Bersama HMPS Fakultas Syariah "Memaknai Ukhuwah dalam Organisasi Sebagai Wadah Kebermanfaatan bagi Umat"

Aula Imam Syafi'i, Institut Agama Islam Imam Syafi'i - Pada Kamis, 26 Februari, Institut Agama Islam Imam Syafi'i menggelar kegiatan buka puasa bersama yang bertempat di Aula Imam Syafi'i. Acara ini dihadiri oleh anggota HMPS Fakultas Syariah dan berlangsung dalam suasana hangat, akrab, serta penuh kekeluargaan.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan tausiyah singkat yang mengingatkan tentang makna dan keutamaan bulan Ramadan. Dalam penyampaiannya, pembawa acara mengutip hadits shahih Rasulullah:"Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."(HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau juga menyampaikan hadits lainnya: "Apabila datang bulan Ramadan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Melalui hadits tersebut, diingatkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan, rahmat, dan kesempatan memperbaiki diri. Berbuka bukan hanya tentang makan dan minum, tetapi tentang rasa syukur setelah menahan diri, serta momen mempererat silaturahmi.

Dalam sambutannya, Ustaz Fauzi Ardian, S.H., M.H. menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan buka puasa bersama ini. Beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan anggota HMPS Fakultas Syariah yang telah berpartisipasi dan berkontribusi sehingga acara dapat berlangsung dengan lancar dan penuh kekeluargaan.Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat kebersamaan di antara mahasiswa, khususnya di bulan Ramadan yang penuh keberkahan. Diharapkan melalui kegiatan ini, semangat keimanan dan kebersamaan dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Dr. Ali Mustafa, M.H., yang memberikan beberapa nasihat dan arahan kepada para mahasiswa Fakultas Syariah. Alhamdulillah, kita telah berada di penghujung hari ini. Pada sore hari ini, karena kegiatan ini adalah kegiatan HMPS/kegiatan Prodi, maka kami memberikan kesempatan kepada antum dan teman-teman untuk tampil dan menyampaikan sesuatu.Perlu kita pahami, tujuan utama kita di sini adalah untuk buka bersama dan mempererat kebersamaan, bukan untuk mendengarkan tausiyah panjang. Maka kegiatan ini kita tempatkan sesuai porsinya. Yang ingin ustaz sampaikan adalah bahwa syariah tidak terlepas dari fikih. Fikih tidak terlepas dari pemahaman, dan pemahaman tidak terlepas dari akal dan logika. Oleh karena itu, para mahasiswa Fakultas Syariah hendaklah memiliki nalar yang tajam dan analisis yang mendalam. Sebelum berbicara dan sebelum berbuat, ia harus mampu menganalisis: mengapa, kapan, dan dalam kondisi apa hukum itu diterapkan.

Dr. Ali Mustafa, M.H. mengutip perkataan Imam Syafi'i رحمه الله mengatakan,"Tidak halal bagi seseorang mengamalkan pendapatku sampai ia mengetahui dari mana aku mengambilnya. "Artinya, kita tidak boleh sekadar mengikuti tanpa memahami sumber dan dasar hukumnya. Maka mahasiswa Fakultas Syariah harus menguasai ilmu alat, seperti ushul fikih, bahasa Arab, dan ilmu-ilmu pendukung lainnya, karena inilah kunci utama dalam memahami ilmu syariah. Di sinilah peran mahasiswa Fakultas Syariah: tidak tergesa-gesa dalam menjawab. Karena fatwa itu bergantung pada kondisi dan situasiorang yang bertanya. Perbedaan bukan berarti menolak dalil, tetapi perbedaan dalam memahami dan mengistinbath hukum darinya. Karena itu, mahasiswa Fakultas Syariah harus membantah dengan ilmu, berdalil dengan benar, dan tetap menjaga adab.Semoga kita menjadi mahasiswa syariah yang tidak hanya mengenal dalil, tetapi juga mampu memahaminya dan mengamalkannya dengan bijak.Menjelang waktu Maghrib, seluruh peserta bersama-sama berdoa dan berdzikir. Saat adzan berkumandang, para hadirin menyegerakan berbuka dengan hidangan sederhana sesuai sunnah Rasulullah. Suasana terasa khidmat namun tetap hangat, penuh senyum dan kebersamaan. Setelah berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah dan ramah tamah.

Momen ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya meningkatkan hubungan dengan Allah, tetapi juga memperkuat ukhuwah antar sesama.

Tanggal: 2026-02-27 22:24:23